Baik bekerja kantoran maupun lapangan, ada 10 contoh kecelakaan kerja yang wajib Anda waspadai. Penyebab umumnya kecelakaan kerja sendiri adalah kelalaian pegawai yang bisa dipertanggungjawabkan melalui Jaminan Perlindungan Kerja BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan tersebut dapat memberi perlindungan dalam banyak bentuk.

Penerima atau pesertanya sendiri meliputi pekerja penerima upah, bukan penerima upah, jakon, hingga migran. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai pekerja Anda pun dapat bekerja lebih maksimal tanpa khawatir berlebih jika sampai terjadi musibah. Lantas, apa saja contoh kecelakaan kerja yang sering terjadi? Simak di sini!

10 Contoh Kecelakaan Kerja Paling Umum

Faktanya, kecelakaan kerja bisa dialami siapa saja dan dapat mengakibatkan cedera, kelainan fisik, hingga kematian. Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa contoh kecelakaan yang wajib Anda waspadai seperti berikut.

1. Jatuh dari Ketinggian

Jatuh dari ketinggian adalah salah satu dari contoh kecelakaan kerja yang paling umum. Kecelakaan ini biasanya terjadi dalam industri konstruksi atau lokasi proyek karena pekerja lalai dan tidak menggunakan APD lengkap.

2. Luka Akibat Benda Tajam

Berikutnya adalah luka akibat benda tajam yang biasanya dialami pekerja Industri tempat makan. Hal tersebut tidak mengherankan karena banyak pegawainya harus menggunakan peralatan tajam untuk memproduksi makanan.

3. Terpeleset hingga Terjatuh

Terpeleset merupakan jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi di tempat kerja, terutama saat lantainya licin. Walaupun terkesan sepele, hal ini sebenarnya bisa berakibat fatal untuk pegawai yang bekerja di ketinggian.

4. Tertimpa Objek Besar

Bagi pekerja pabrik atau proyek, tentu mereka sudah terbiasa dengan banyaknya material berukuran besar. Namun, jika tidak menata tumpukan material dengan rapi dan terstruktur, maka hal tersebut bisa membahayakan.

5. Terkontaminasi Gas Beracun

Terkontaminasi gas beracun termasuk 10 contoh kecelakaan kerja yang sangat berbahaya. Khususnya bagi pekerja di laboratorium dan melakukan kontak langsung dengan berbagai zat kimia.

6. Gangguan Pendengaran

Bekerja di pabrik yang menggunakan alat berat bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Suara bising dari mesin berisiko merusak kesehatan telinga yang dikenal sebagai industrial deafness.

7. Kecelakaan Berkendara

Kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan ke kantor menjadi jenis kecelakaan yang diatur dalam Undang-Undang. Selain itu, pegawai yang bekerja pada bidang perniagaan juga sering mengalami kecelakaan saat mengantarkan barang.

8. Cedera Fisik

Pekerja yang sering mengangkat beban berat rawan mengalami cedera fisik. Agar dapat mengurangi potensinya, sebaiknya perusahaan menggunakan alat berat untuk memudahkan kerja pegawai.

9. Kebakaran dan Ledakan

Kebakaran di lokasi kerja bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kelalaian hingga fenomena alam. Risiko kebakaran juga lebih tinggi daripada jenis kecelakaan lain, sehingga perlu untuk selalu waspada.

10. Tersetrum

Tersetrum arus listrik yang tidak aman akan menyebabkan cedera serius bahkan kematian. Maka dari itu, penting bagi pekerja untuk memahami risiko dan cara bekerja yang aman saat berdekatan aliran listrik.

Daftar Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan!

Setelah mengetahui 10 contoh kecelakaan kerja, kini Anda memahami pentingnya proteksi diri, baik dengan mematuhi SOP hingga menggunakan asuransi. Setiap perusahaan pun wajib mendaftarkan seluruh pegawainya pada BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya untuk mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja.

Sehingga, keselamatan pegawai di lingkungan kerja dapat terlindungi. Terlebih, melalui layanan ini pegawai akan mendapatkan fasilitas kesehatan hingga sembuh. Bentuknya bisa berupa perawatan, homecare service, santunan, hingga beasiswa anak. Ayo, pastikan Anda sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan!