Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sekarang ini telah dilakukan melampaui nomor 40 jt kontestan aktif, capaian yang disebutkan mendapat apresiasi Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

“Saya apresiasi berhadapan dengan seluruh kerja yang dimaksud dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, alhamdulillah perkembangan kepesertaan cukup tajam,” kata Ida Fauziyah saat menyampaikan sambutan pada Waktu senja Silaturahmi Ulang Tahun ke-46 BPJS Ketenagakerjaan, di area Jakarta, hari terakhir pekan (15/12/2023) .

Dalam acara tersebut, Ida mengungkapkan bahwa kondisi kegiatan ekonomi lalu ketenagakerjaan Indonesia sedang mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari Derajat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia per Agustus 2023 sebesar 5,37%, turun 6,77% dibandingkan Agustus 2022 sebesar 5,86%.

Dengan turunnya TPT yang dimaksud maka semakin berbagai angkatan kerja yang tersebut masuk ke lingkungan ekonomi kerja atau bekerja. Oleh lantaran itu, Ida Fauziyah berpesan terhadap BPJS Ketenagakerjaan untuk meyakinkan semua pekerja yang mana masuk ke pangsa kerja ataupun bekerja agar terlindungi program-program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

“Semakin tinggi angkatan kerja kita masuk ke lingkungan ekonomi kerja ini menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menegaskan mereka menjadi kontestan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Selain pangsa kerja pada negeri, Ida menyatakan bahwa kemungkinan penduduk Indonesia untuk bekerja ke luar negeri juga meningkat seiring meningkatnya prospek kesempatan kerja di area luar negeri. Ida menggambarkan dengan Jepun yang sedang mengalami ageing society yang digunakan menyebabkan negara yang dimaksud membutuhkan pekerja asing pada jumlah agregat besar. Melalui kerja sebanding yang mana dijalin dengan Indonesia, Negeri Matahari Terbit pun berusaha mencapai dapat mengangkat 100 ribu pekerja migran Indonesia di 5 tahun ke depan.

“Begitu besarnya potensi kerja kita di area luar negeri, saya ingin ungkapkan bahwa itu tantangan yang dimaksud harus dijalankan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja migran kita dengan program-program BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.